Anak itu masih terlalu kecil untuk mengerti

Siang tadi sepulang aku analisa on the spot dari agunan salah satu calon nasabahku, bersama staf dan sopir kami sepakat singgah sejenak di Kota Gianyar untuk makan siang. Saat masuk ke warung makan itu ada seekor anjing buduk yang tengah tertidur dipojokan dengan bulunya yang merangas jarang. Refleks ku menutup hidung dari bau anjing itu dan untungnya pemilik warung tanggap dan menyuruh anak buahnya mengusir anjing tersebut. Continue reading

Pheng Shu Lin

peng-shu-linBanyak alasan untuk menyalahkan TUHAN. Banyak alasan untuk menyalahkan keadaan. Banyak alasan juga untuk selalu menggerutu, bahkan yang ekstrim adalah mengakhiri hidup. Seakan-akan semuanya lumrah dan wajar ketika manusia dalam keadaan putus asa dan mengal ami masa sulit dalam kehidupan. Bagaimana bisa selalu tersenyum dan bersyukur dan tersenyum menghadapi keadaan yang terburuk dalam kehidupan kita? Apakah Anda dan saya sedang merasakannya? Lihatlah gambar ini dan marilah kita belajar dari beliau. Continue reading

Kajian Tentang Kehidupan Anak Manusia (3)

mama-n-bagusPagi ini, sama seperti pagi tiga atau empat hari yang lalu (karena bank hari sabtu dan minggu kan libur). Bangun pagi, bermain sejenak dengan anakku sembari menunggu mamanya pulang berbelanja kemudian setelah kekasih hatiku itu pulang membawa satu tas plastik berisi sayuran dan daging, lalu kutinggal anakku untuk mandi.

Setelah handukan, mengenakan pakaian yang telah tergantung rapi akupun berangkat menuju kantor, ups! tentu takkan pernah lupa ritual kecupan untuk anak dan istri paling nggak aku berangkat dalam restu mereka bagiku adalah salah satu bentuk yang bisa kupecahkan dari sejuta misteri tentang bagaimana Tuhan memberikan berkah hidayahNya. Continue reading

Kajian Tentang Kehidupan Anak Manusia (2)

SAYA SEBAGAI CIPTAAN TUHAN

Kemarin malam mungkin dikarenakan tidur yang terlalu sore akibat kelelahan bekerja, aku terbangun dini hari sekali. Aku lihat di samping saya Bagus anakku tengah tertidur pulas dengan gulingnya, yah anak itu memang tidak bisa tidur tanpa guling kucelnya itu sementara istriku tertidur di sebelahnya sembari tangannya memegang botol susu yang sudah kosong. Continue reading

Filosofi Semar

semarSemar dalam bahasa Jawa (filosofi Jawa) disebut Badranaya
Bebadra = Membangun sarana dari dasar
Naya = Nayaka = Utusan mangrasul

Artinya : Mengemban sifat membangun dan melaksanakan perintah Allah demi  kesejahteraan manusia

Javanologi : Semar = Haseming samar-samar
Harafiah : Sang Penuntun Makna Kehidupan

Semar tidak lelaki dan bukan perempuan, tangan kanannya keatas dan tangan kirinya kebelakang. Maknanya : “Sebagai pribadi tokoh semar hendak mengatakan simbul Sang Maha Tunggal”. Sedang tangan kirinya bermakna “berserah total dan mutlak serta sekaligus simbol keilmuan yang netral namun simpatik”.

Domisili semar adalah sebagai lurah karangdempel / (karang = gersang) dempel = keteguhan jiwa.

Rambut semar “kuncung” (jarwadasa/pribahasa jawa kuno) maknanya hendak mengatakan : akuning sang kuncung = sebagai kepribadian pelayan. Semar sebagai pelayan mengejawantah melayani umat, tanpa pamrih, untuk melaksanakan ibadah amaliah sesuai dengan sabda Ilahi.

Semar barjalan menghadap keatas maknanya : “dalam perjalanan anak manusia perwujudannya ia memberikan teladan agar selalu memandang keatas (sang Khaliq ) yang maha pengasih serta penyayang umat”.

Kain semar Parangkusumorojo: perwujudan Dewonggowantah (untuk menuntun manusia) agar memayuhayuning bawono : menegakan keadilan dan kebenaran di bumi.

Ciri sosok semar adalah

– Semar berkuncung seperti kanak kanak,namun juga berwajah sangat tua
– Semar tertawannya selalu diakhiri nada tangisan
– Semar berwajah mata menangis namun mulutnya tertawa
– Semar berprofil berdiri sekaligus jongkok
РSemar tak pernah menyuruh namun memberikan konsekwensi  atas nasehatnya

Kebudayaan Jawa telah melahirkan religi dalam wujud kepercayaan terhadap Tuhan yang Maha Esa, yaitu adanya wujud tokoh wayang Semar, jauh sebelum masuknya kebudayaan Hindu, Budha dan Islam di tanah Jawa.

Dikalangan spiritual Jawa ,Tokoh wayang Semar ternyata dipandang bukan sebagai fakta historis, tetapi lebih bersifat mitologi dan symbolis tentang KeEsa-an, yaitu: Suatu lambang dari pengejawantahan expresi, persepsi dan pengertian tentang Illahi yang menunjukkan pada konsepsi spiritual. Pengertian ini tidak lain hanyalah suatu bukti yang kuat bahwa orang Jawa sejak jaman prasejarah adalah Relegius dan ber keTuhan-an yang Maha Esa.

Dari tokoh Semar wayang ini akan dapat dikupas ,dimengerti dan dihayati sampai dimana wujud religi yang telah dilahirkan oleh kebudayaan Jawa .

Semar (pralambang ngelmu gaib) – kasampurnaning pati.

Gambar kaligrafi jawa tersebut bermakna :
Bojo sira arsa mardi kamardikan, ajwa samar sumingkiring dur-kamurkan Mardika artinya “merdekanya jiwa dan sukma”, maksudnya dalam keadaan tidak dijajah oleh hawa nafsu dan keduniawian, agar dalam menuju kematian sempurna tak ternodai oleh dosa. Manusia jawa yang sejati dalam membersihkan jiwa (ora kebanda ing kadonyan, ora samar marang bisane sirna durka murkamu) artinya : “dalam menguji budi pekerti secara sungguh-sungguh akan dapat mengendalikan dan mengarahkan hawa nafsu menjadi suatu kekuatan menuju kesempurnaan hidup”.

(disadur dari http://www.indospiritual.com/artikel_makna-filosofi-semar.html)

Kajian Tentang Kehidupan Anak Manusia (1)

Sebenarnya saya sedikit enggan untuk menuliskan ini dikarenakan hal ini bagi saya cukup pribadi sifatnya namun bagaimanapun juga saya pun tak lebih dari seorang manusia yang natinya akan menua dan mulai pikun, sehingga akhirnya saya coba tuangkan pengkajian saya tentang hidup saya dalam blog ini. Mungkin bagi yang belum mengerti arti tulisan ini mohon untuk tidak melihatnya sebagai hal yang negatif karena saat menurut anda, kita telah memandang langit, saya masih belajar untuk melihat lebih jelas bagaimana bentuk awan. Read this post