I Love Thee

Kala duniaku menjelang pagi
Merepihkan kabut mataku
Menyadarkanku dari belajar mati
Cinta, kisah kita bertambah tua

Aku masih mencintaimu
dengan nafasku
dengan mataku
dengan setiap kulitku

Aku telah memilikimu
aku masih jatuh cinta padamu
Aku habiskan malamku menatapmu
aku masih merindukanmu

Cinta ini masih kekanak-kanakan
sama seperti dulu
hingga saat nanti kukecup pipi keriputmu
dia memang tidak akan pernah tua

i love thee

Tidak terasa tepat di tanggal 19 Januari ini sudah 2 tahun aku menjadi seorang suami, bagiku mungkin saya belumlah bisa untuk menjadi mentari bagi dirinya, baru hanya seterang lilin adanya diriku kurasakan. Namun baginya lilin itu adalah cintanya, dia takupkan tangan-tangan hatinya ketika angin mulai kencang menggoyahkan api lilin itu. 2 tahun kemaren belumlah seperti cerita cinta yang penuh dengan hasrat, masih ada caci, masih ada kata-kata aku, kamu, milikku, dirimu. Masih belum terbiasa untuk selalu mengucapkan kami.

2 tahun yang penuh cerita tetang perkenalan, meski sebelumnya 8 tahun kami sudah merasakan cinta membuat kami serasa memiliki dunia. Kebahagiaan pertama yang Tuhan berikan dalam hidupku adalah hidup untuk selalu bisa memeluknya, hidup untuk selalu bisa mengecup bibirnya, hidup untuk selalu bisa dimanja hangat tubuhnya. Kuakui kami masih berjalan berjinjit melewati jalan-jalan curam, entah sampai kapan mungkin hanya kami yang bisa menjawab, pun demikian kami sendiri belum tahu sampai kapan.

Waktu merubah manusia dengan segala kemunafikannya, waktu juga yang akan mengingatkannya kembali. Keyakinan atas nama cinta yang masih membuat diriku munafik, dan biarlah kemunafikan itu tetap menjadikan hidup kita indah. Permaisuriku, tetaplah kau belai rambut ini dengan hangatnya kasihmu, hingga mereka telah memutih, meski mereka kian menipis dan usah kau hilangkan kerut di wajahmu, biarkan jejak-jejak cinta itu memanjang dan ceritakan nanti kepada pengeran dan putri kita bila kerut itu bukanlah usia namun jejak tangis serta tawa yang menghiasi cerita kita.

I Love Thee…

10 thoughts on “I Love Thee

  1. biarkan cinta itu tumbuh, semoga hari ini dan selanjutnya cinta itu makin mekar dan tak akan pernah ada kata layu….

    yande: semua itu ada pasangannya, hidup-mati, tumbuh-layu, cinta-benci dll Disaat cinta itu mulai layu jangan malah dibuang justru seharusnya kan dia diberikan pupuk, dirawat iya ngga?

  2. Bli….Yaya nangis nich. Asli…Ya ampunn..Bli tanggung jawab!!! pagi2 dah bikin Yaya nangis πŸ™‚

    yande: wadoh, wadoh…, sebentar yah *lari nyari dagang balon*

  3. happy anniversary buat blih yande dan bunda mei, semoga seperti indahnya puisi di atas, demikian pula kisah cinta berdua (sekarang plus bagus n gek) terus bertambah indah πŸ™‚

    yande: thanks bro, semoga sahat ama ully juga bisa berbahagia selalu, ingatlah saat segalanya menjadi tertutup kabut, disaat segala perbedaan itu membuat kalian serasa jauh dari rumah, ingatlah untuk kembali pulang, Lex menunggumu di rumah πŸ™‚

  4. So sweet..
    aku jadi terharu, hik hik..

    ” Don’t love a person like a flower, cause a flower dies in season.
    Love them like a river cause a river flows forever…”

    yande: cinta bukan berarti memiliki kata mereka tapi bagi saya setiap cintamu ada yang memiliki cobalah untuk mencari siapa pemiliknya, saya sudah menemukannya.

  5. Eiitchh…Mantab juga kata-katanya Bli ini, gimana ga jatuh hati Mbk Genya…

    Ajarin mlayer dong Bli, hehe..saya kan masih ada kesempatan banyak ney…hehehe

    yande: bila berbicara dengan wanita gunakan hati bukan dengan otak atau nafsu dan saat bicara tatap matanya (jangan dipelotototin, biasa aja) jangan sampai matamu menjelajah dan cobalah untuk menjadi pendengar, wanita senang didengar hehe…

  6. buiih kata-katanya merasuk ke jiwa puuk !!
    tolong ajarin ya bli gimana merangkai kata-kata dengan indahnya??
    ungkapan ini mungkin bisa menggambarkan cinta blee ke geknya

    “To the world you may be one person, but to one person you may be the world”

    yande: ceritakan tentang cintamu dan biarkan hatimu bicara, jemari ini hanyalah hamba yang patuh

  7. Selamat ya…aduh terlambat nih gucapin…

    Biarlah detik demi detik yang berlalu menjadi saksi cinta yang kalian perankan, untuk kalian nikmati, dan orang lain contoh dan diteladan. πŸ™‚

    Semoga selalu bahagia, sejahtera, dan saling mencintai. πŸ™‚

    yande: terima kasih Ce, ntar klo kita ribut saya boleh curhat ke Taiwan kan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s