My New Hobby

Seminggu kemaren aku membeli sebuah kamera baru, awalnya sih karena aku kepengen anaku Bagus dan si kecil yang masih di perut mamanya memiliki sejuta gambar tentang dirinya. Mungkin memang terdengar sepele tapi melihat dan mengingat masa kecil kita ketika kita telah tumbuh menua adalah salah satu kebahagiaan.

Tanpa sadar saat aku melihat gambar Yande kecil yang sehabis bermain dengan baju yang penuh debu dan muka meringis, aku tersenyum dan tertawa kecil. Mungkin anda juga sama, mengingat masa dimana kita hanya tahu main, main dan bermain, bagi aku adalah soul teraphy diantara kesibukan dalam otakku.

Aku ingin Bagus bisa lebih banyak tersenyum dari diriku nantinya, melihat kenakalannya, keluguannya meski hanya lewat gambar. Itulah¬† yang menjadi awal keinginanku membeli kamera tapi setelah browsing sana-sini mencari referensi jenis kamera yang baik, aku menjadi tertarik melihat foto-foto hasil jepretan fotografer profesional. Begitu artistik, dan lebih “cerewet” rasanya bercerita

Salah satu contohnya:

memang ada sedikit permainan photoshop terutama untuk bingkainya namun itu adalah bagian luar tapi coba amati gambar ini dan mungkin antara aku dan anda akan memiliki cerita yang berbeda tentangnya. Akhirnya akupun jatuh cinta dengan kamera DSLR. Semua situs yang memiliki kaitan dengan fotografi aku masuki, segala informasi tentang kamera aku copy, akhirnya dengan keterbatasan dana namun dengan kebesaran nafsu hehehe akhirnya aku membeli kamera ini

detailnya bisa dilihat disini dan disini

emang bukan kamera kelas wahid sih, gila bro klo mo nurutin napsu bisa jual diri ntar huahahaha…, dan dimulailah hingga kini hobby baruku ini. Mungkin saat ini masih belum banyak foto yang bisa aku tampilkan krn aku masih perlu buuanyak belajar tentang kamera DSLR yang ternyata ngga bisa asal jepret seperti kamera compact. Ada yang namanya Eksposure, Aperture, ISO Speed, Shutter Speed, Composition dan masih banyak lagi but it would be fun i’m sure.

Sekarang aku bisa ngajak Bagus jalan-jalan sembari jepret sana jepret sini, dan yang paling penting aku tidak pernah lagi kehilangan saat-saat menggemaskan dari dirinya karena akan bisa selalu kulihat, meski dalam gambar.

4 thoughts on “My New Hobby

  1. Yande, foto ini bagus. I love it. Sayang bingkai-nya.
    Kalau diizinkan copy, trus ku ‘bingkai’ dan kukirim balik gimana? Supaya gambar ini terlihat lebih ‘hidup’. bingkai yang sekarang membuat ‘jiwa’ gambar ini tersembunyi. Beberapa karya abstract-mu bagus. i love them. Jadi member di DA?

    anu mbak itu bukan jepretan saya, kepengen si bisa jepret biar bisa kayak gitu tanpa photoshop, klo pk photoshop mah contoh gambar avatar saya, dari muka pas-pasan jadi pas… cakepnya wakakaka…
    boleh mbak klo mo dibuatin bingkai, request yah yang simpel ajah mungkin motif kayu muda bisa keliatan lebih cantik ya?

  2. wah… kameranya keren! Aku juga beliin DSLR canon buat istriku karena dia suka foto2, tapi blom yg sekeren itu, soalnya ga boleh ampe jual diri kan? heheh (^_^)

    Salam kenal dari bali juga!

    yande: wakaka… iya nih, gara-gara internet maunya nyari yang tinggal jepret, jadi kebeli yang kayak beginian, korban iklan hehe…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s