Seremonial UKM LSOP TT Unud

Pukul 05.00 pagi, aku pulang menuju rumahnya Eka sambil mengembalikan karaoke yang dipinjam oleh amak-anak UKM. Sebenarnya sih ngantuu…k banget apalagi nyetir sendiri bukan karena memang sudah jamnya, tapi lantaran sejak kemaren paginya cukup sibuk dengan persembahyangan di kampung.

Sambil menyalakan sepuntung rokok untuk sedikit menghilangkan kantuk, aku mencoba untuk mereview saat-saat seremonial tadi. Certficate of Proud and Honor, *apaan tuh?* Tenang…, akan saya jelaskan. Kalimat bercetak tebal dan mereng itu berarti Sertifikat Bangga dan Hormat naa.. itu kalo diartikan per kata hehe.., jadi artinya mungkin kurang lebih sebagai bentuk penghargaan dari organisasi (UKM LSOP Teratai Tunjung UNUD) atas sikil eh skill yang kami miliki, sebagai suatu bentuk kebanggaan dan respek mereka terhadap diri kami.

*Emangnya ada apa?* Sekali lagi harap tenang…, yang namanya skripsi, makalah, seminar, dll, itu pasti bikin masalah dulu baru pembahasan bukan? Sebelumnya aku ceritakan dulu awal mula seremonial ini.

Tanggal 31 Oktober 2008 aku mengikuti Pelatihan Refleksi di PULE 3, Malang. Acaranya dua hari pada tanggal 1 dan 2 November 2008. Bukan cuma aku, sih. Ada beberapa rekan dari Bali juga yang bela-belain datang dengan kendaraan sewaan, yahh meski dengan tumpang tindih (APV=9 orang!), plus ditambah lagi keisengan Eka yang entah karena napsu pengen cepet nyampe atau emang lupa hingga akhirnya kehabisan bensin. (Emang sih waktu tes ambil SIM seharusnya ada tes ngisi bensin)

Dalam pelatihan pelatihan tersebut, kami dikenalkan dan diajarkan segala hal tentang refleksi namun hal tersebut tidak akan kusampaikan disini tapi mungkin akan kalian temukan nanti di posting yang lain. Akhirnya singkat cerita kami pun diwisuda sebagai refleksolog, satu cita-citaku telah terpenuhi.

Seremonial ini digagas oleh Mas Andi disamping dengan maksud sebagai kebanggaan kami, terutama bagi UKM LSOP Teratai Tunjung UNUD yang baru kali ini bisa merealisasikan kurikulum, juga sebagai pelecut semangat bagi rekan-rekan yang baru bergabung. Meski demikian sangat saya sayangkan beberapa saudara kami yang mungkin terbiasa dengan atsmofir acara terdahulu datang dengan pakaian yang santai meskipun dalam undangan telah tertera dress code yang harus dikenakan. Mungkin merasa senior yah…?

Singkatnya, harapan kami semua adalah adanya kesadaran dan penerus dari generasi baru untuk mengikuti pelatihan-pelatihan yang diselenggarakan oleh Bapak Wahyu. Mengapa? Karena bila kita bisa mulai menyadari, kita akan tahu manusia bukanlah benda mati, kita adalah benda hidup yang memiliki keajaiban tersendiri bukan seperti kampas kopling yang aus setelah tidak bisa diakali kemudian dibuang. Menyadari bila tubuh kita telah cukup terpolusi dengan kimia sintetis. Dan untuk menumbuhkan kesadaran adalah dari tahu sebelumnya, sementara pengetahuan tersebutlah yang kami dapatkan dalam pelatihan tersebut.

Salah satu sesi acara ini adalah demo session alias refleksi gretongannn (jangan sering-sering aja yahh). Dari sesi tersebut ternyata ada beberapa saudara kami tersebut yang memiliki penyakit “orang kaya” alias “level tinggi” alias klo diobatin keluar duit banyak (ada yang masih belum jelas?) jujur aku sendiri heran, ini belum berkeluarga, belum berumur, belum terlalulah memikirkan kepelikan dunia (alaahh), penyakitnya kok udah yang beginian? Sekilas kepikiran mungkin mereka ngga sreg dengan penyakit yang tidak bonafid seperti batuk atau pilek, tapi kan ga mungkin, masak bisa nyeleksi penyakit? emang Indonesian Idol *ngelatur dahh*

Usai refleksi-refleksian, kita pun ngobrol-ngobrol santai tapi entah bagaimana acara obrolan ini menjadi rapat seurieus program UKM untuk melakukan pengobatan sebagai salah satu bentuk perkenalan kepada publik khususnya dosen dan pengaruhnya terhadap… alahh kok malah kayak judul skripsi!

Intinya kita bakalan praktek huahaha…, jadi ga sabar, dan obrolan semi rapat itupun berlanjut sampai pagi. Sebenernya sih masih banyak yang ingin kubicarakan namun melihat mata dari temen-temen yang sudah ga jelas ngeliat kemana akhirnya obrolan itupun dituntaskan oleh Mas Andi dengan kiranti, lo?. Akhirnya kami berangkat pulang dengan niat dan tekad kami masing-masing, begitupun aku.

Tak terasa ini sudah batang yang ketiga, belokan di depan menuju rumahku dan kuakhiri posting ini dengan pernyataan niat dan tekadku,

“Hari ini, aku hanya ingin tidur”

2 thoughts on “Seremonial UKM LSOP TT Unud

  1. alow bos..hehe.. wah wah, ternyata gitu toh, eka lupa ngisi bensin??? semprull tuh anak..yah yang penting selamet semua bisa nyampe di Bali.

    Mata saya juga kipit bli, tumben-tumbenan kita melekan, tapi seru juga yah acara kemarin.

    Ok, take care bli. suksma.

  2. Haloo Bli, nih tamban sedikit mengenai EKa-Bukannya maksud hati mempermalukan nya tapi ya kl diingat sih memang bikin kami ketawa (tapi Gak Tau EKANYA bikin sakit hati atau gimana,heee.) ya Lebarnya sih mas ANdi(Pelatih Kami sekaligus Driver Utama) sudah kasi tau untuk ganti sopir, Tapi ya.. memang karena EKanya masih tetap ngotot bilang:
    “Gak MAs saya masih kuat, bener”
    Mas Andi say : “Bener eka tak gantikan sini ”
    Dengan pedenya Eka say :” Bener mas kan tinggal sedikit lagi masih kuat kok”

    Ya AKhirnya berselang 3 menit he ternyata laju mobil yang dengan kecepatan tinggi tiba-tiba menurun n perlahan muka eka kebingungan.AKhirnya ditanya m mas andi: KEnapa eka kok berhenti?”
    Eka Say :”Gak tau mas kok gak bisa di gas,udah tak Injak-injak (sambil bingung)”
    Setelah mobil menepi :
    Eka say :”Mas Bensinnya habis!!”
    SEmua Say :”Haaaaaaaaaaaaaaa, heeeeeeeeee”
    Muka Eka ( 😦 )
    Ya saking paaniknya mungkin malu n takut dimarahin eka lekas keluar dari mobil jalan kaki cari bensin Akhirnya EKa saat itu dapat julukan “SCHUMACHER LUPA MASIK PIT”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s