Selamat Galungan & Kuningan

Om Swastiastu, saya ucapkan selamat hari raya Galungan dan Kuningan bagi temen-temen umat Hindu yang merayakannya, mmm.. sebelumnya nih sekedar buat sharing aja, sejak kita kecil kita diduplikasi oleh ortu kita untuk setiap dina buda kliwon dunggulan memperingati yang namanya Galungan, sebenarnya Galungan itu hari raya resmi umat Hindu ya? trus apa di India juga merayakan Galungan ya?

Sama halnya seperti odalan/hari yang lain seperti Nyepi, Kuningan, Pagerwesi, Siwaratri, bahkan klo mau diikutkan seperti Purma, Tilem, Kajeng Kliwon dll. Apakah cuma umat Hindu di Bali atau di Indonesia yang merayakan?

Sepertinya hingga saat ini kita cuma tau Galungan adalah peringatan menangnya Dharma melawan Adharma, oke tapi kapan mulainya kok kita taunya udah selesai dan Dharma adalah pemenangnya, sama seperti kalo kita nonton The Dark Knight, begitu setelah keluar judul film langsung diikuti The End, kira-kira kalo seperti itu ngerti ngga jalan ceritanya?

Mungkin sebagian dari kita teah menyadari hal ini dan pernah juga mencari penjelasan akan makna Galungan n mungkin sebagian besar juga sama seperti saya (atau sebagian kecil?) justru malah tambah bingung hehe. Oleh karena itu saya mencoba untuk berbagi pengkajian yang saya lakukan ini dengan menekankan satu hal yang dari dulu adalah hal yang dikeramatkan (hanya sulinggih yang berhak) bahwa setiap orang berhak untuk mempelajari, mengkaji, memahami, menghayati dan meyakini bagaimana dia akan berhubungan dengan Tuhannya sendiri.

Ada beberapa hal yang juga sampai saat ini belum saya temukan

Apa sih Galungan itu? setiap kata pasti ada maknanya dan pastinya, ada makna dari kata Galungan (kemenangan Dharma melawan Adharma? saya rasa bukan). Galungan berasal dari kata “Galung”, mungkinkah sama dengan “Galang” (terang) atau sama dengan Gunung. Mulai dari saya tanyakan setiap sulinggih yang saya temui, cari dengan Google, lihat-lihat referensi di toko buku khusus menjual buku2 agama, tidak ada satu pun yang tahu betul dan mengerti makna kata galungan justru mereka mengupasapa arti di dalam (makna) hari Galungan tersebut, hehe klo menurut anda apakah anda tahu isi buah jeruk itu, baik rasanya bentuknya, warnanya klo belum mengupas kulitnya. Saya menemukan sedikit tulisan tentang Galungan dari PHDI Pusat yang intinya mereka mengatakan Galungan sama artinya dengan kemenangan, dan Galungan pun ada di India dengan nama Durga Puja. Menurut saya Galungan hingga saat ini masih suatu misteri yang belum terpecahkan asal-muasalnya paling nggak apakah Galungan itu sendiri ada di dalam Weda?

Bila kita amati semua Hari Raya yang kita peringati seperti Galungan, Kuningan dll datang setiap 6 bulan sekali pada “dina” yang sama, misal Galungan pada dina Buda Kliwon Dunggulan. Kenapa hari itu kok ngga hari Senin? (kebetulan saya aliran I Hate Monday hehe)

Sewaktu kita sekolah ataupun kuliah, kita diwajibkan memiliki buku pegangan untuk setiap mata pelajaran atau kuliah yang kita ikuti. Tujuannya tentu agar kita bisa belajar di rumah tentang pelajaran tersebut, ga mungkin kan dosennya kita lipat di tas trus suruh ngajarin di rumah? Pemikiran saya mirip seperti itu terhadap Weda.

Weda adalah Kitab Suci Hindu adalah pegangan hidup bagi Umat Hindu. Bila Hindu adalah suatu pelajaran tentang Hidup maka Weda adalah Diktatnya, bagi saya bila ingin tahu Hindu dan bagaimana Hindu pahamilah Weda, apakah semudah itu? Ya, namun satu hal yang kembali harus kita sadari bersama adalah tidak ada orang yang sama satu sama lain, begitupun dalam mempelajari Weda dan untuk menengahi hal tersebutlah fungsi dari PHDI. Kembali ke Galungan dan mengapa saya berceloteh sedikit tentang Weda adalah bila kita menetapkan Weda sebagai Kitab suci Hindu dan Galungan ternyata tidak tercantum dalam hal apapun di dalamnya, lalu apa dasar kita menjalankannya, Agama atau Adat Budaya?

Sekali lagi bila anda membaca hal ini sebagai hal yang negatif itu adalah hal yang wajar, namun positifnya bagi saya adalah celah inilah yang harus dipersamakan oleh seseorang/lembaga yang sepatutnya terpilih untuk itu apakah itu sulinggih, PHDI dll.

Satu hal yang saya sadari sejak kecil/SD saya diajarkan oleh guru saya bahwa 1+1=2 dan itu adalah proses duplikasi yang ilmiah karena saya diajarkan mengapa 1+1=2, seandainya bila saya dulu diajarkan 1+1=3 mungkin hari ini saya akan menduplikasi anak saya hal yang sama. Begitupun yang saya harapkan dari “Guru”/pemuka agama, dll dalam hal menduplikasi ajaran agama mulailah dari Weda dulu karena Weda yang kita jadikan sebagai pegangan hidup dan apa makna dasarnya dulu jangan langsung ke prosesnya sehingga kami benar-benar tahu bukan sok tahu.

One thought on “Selamat Galungan & Kuningan

  1. Pingback: Saya dapat Award looh… « rumah sanjiwani

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s